Muhammad Adhitya Taufiqurrohim
Sering kali calon investor saat berniat melakukan investasi tapi bingung investasi yang akan diambil. Banyaknya instrumen investasi yang ditawarkan memang membuat calon investor bingung yang berakibat banyak calon investor menunda investasi atau bahkan asal-asalan berinvestasi tapi tidak sesuai kebutuhan dan tujuan yang diinginkan.
Sebelum melakukan investasi, alangkah baiknya jika calon investor memperhatikan dan memahami kebutuhan dalam berinvestasi agar mendapat pilihan investasi yang cocok dengan hasil yang lebih optimal.
1. Perhatikan kekuatan financial anda
Saat anda pertama memulai investasi pasti menginginkan return yang banyak, tapi banyak yang tidak memperhatikan kekuatan financial yang dimiliki. Pahadal financial sangat menentukan keberhasilan sebuah investasi. Jika anda memiliki financial yang besar maka anda akan leluasa memilih berbagai macam investasi yang anda inginkan, Misalnya anda memiliki dana 10 juta yang kan diinvestasikan, maka anda bisa mencoba saham, obligasi dan reksadana. Tapi jika anda memiliki kekuatan financial yang tidak besar misalnya kalangan mahasiswa atau pekerja dengan gaji minim maka anda bisa memilih saham dan reksadana.
2. Tentukan profil resiko
Resiko masing-masing investasi berbeda-beda, dalam konsep investasi dikenal “high risk high return.” Jika anda menginginkan return yang tinggi maka anda bisa memilih saham, reksadana saham, dan reksadana campuran. Tapi jika anda ingin investasi mimim resiko tetapi return yang dihasilkan tidak tinggi maka anda bisa memilih obligasi, reksadana pasar uang, dan reksadana obligasi. Investor sendiri yang akan menentukan jumlah return dan resiko yang akan diambil.
3. Tentukan jangka waktu investasi
Setiap investor harus memilih jangka waktu berivestasi, apakah jangka panjang ( > 1 tahun ) atau jangka pendek ( < 1 tahun ). Jika anda ingin uang kembali dalam waktu kurang dari satu tahun maka jangan memilih investasi yang beresiko tinggi karena membutuhkan likuiditas yang tinggi. Anda bisa memilih berinvestasi pada obligasi jangka pendek dan reksadana pasar uang. Sebaliknya jika anda menginginkan berinvestasi jangka panjang maka dapat lebih leluasa memilih instrumen yang diambil misal saham obligasi jangka panjang, dan reksadana.
4. Tentukan tujuan berinvestasi

Sebenarnya nomor empat terkait dengan jangka waktu investasi yang berkaitan tujuan berinvestasi. Misal anda berinvestasi untuk persiapan pensiun dimasa akan datang maka anda memilih jangka panjang. Sebaliknya jika tujuan investasi tersebut untuk rencana liburan, biaya pendidikan anak, tambahan dana untuk kebutuhan sehari-hari maka anda memilih investasi jangka pendek.
Jika anda telah mengerti dan memahami kebutuhan serta tujuan dalam berinvestasi, anda dapat segera memilih jenis instrumen investasi yang akan diambil. Jadi jangan menunda-nunda lagi untuk berinvestasi, berinvestasilah untuk keuangan anda yang cerah dimasa yang akan datang.
Comments